Kick Start! Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Bangun Sekolah Menyelenggarakan “Pandeglang Siap UNBK”

Kebersamaan untuk pendidikan yang lebih baik. Bangun Sekolah hadir untuk turut meningkatkan kualitas pendidikan.

Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran, 

Bangun Sekolah Selenggarakan

“Pandeglang Siap UNBK”

 

Jakarta. 28 Juli 2018. Pada hari Sabtu terakhir di bulan Juli, Bangun Sekolah melaksanakan Kick Start Project yaitu “Pandeglang Siap UNBK” dengan kegiatan utama pemberian pelatihan komputer dan simulasi UNBK.  SMP Insan Muda Mulia adalah sekolah yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan program. Berada pada Kabupaten Pandeglang,  pemilihan lokasi ini didasarkan pada data Kemendikbud 2016 yang menyebutkan bahwa Banten merupakan 1 dari 10 provinsi dengan sekolah berfasilitas tidak memadai terbanyak di Indonesia, dengan Pandeglang sebagai kabupaten terluas yang menyebabkan kawasan ini menjadi titik terberat. Keterbatasan fasilitas pendidikan tersebut juga menimbulkan kendala besar bagi beberapa daerah, khususnya Pandeglang, ketika dihadapkan dengan penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Ketidakmerataan akses teknologi membuat pihak sekolah kesulitan untuk mempersiapkan anak didiknya.

Maria Harfanti, founder Bangun Sekolah, mengawali rangkaian kegiatan dengan memberikan sambutan singkat terkait pelatihan yang akan dilaksanakan. Bertempat di mushala yang masih berada pada area sekolah, para siswa yang berjumlah 70 orang  yang terdiri dari kelas VII, VIII, dan IX berkumpul dan mendengarkan dengan wajah antusias. Memasuki pukul 11 siang, para siswa mendapatkan materi pengenalan perangkat komputer yang disampaikan oleh salah satu tim Bangun Sekolah yaitu Inggri Tanri. Dari seluruh siswa yang hadir hari itu, hanya 20 orang siswa yang pernah melihat bentuk asli komputer sebelumnya, sisanya mungkin hanya pernah membayangkan atau melihat gambarnya saja. Setelah sesi tanya jawab, materi dilanjutkan dengan pengenalan Microsoft Word dan praktik langsung. Pada awalnya para siswa terlihat canggung dan malu-malu untuk menyentuh komputer, namun dengan sabar para relawan dan tim Bangun Sekolah memberikan motivasi dan menyemangati. “Ayo dong adek-adek cobain, jangan malu-malu masa nanti pas UNBK mau malu-malu juga pake komputernya, keburu habis dong waktunya”, tutur Anni Naimah salah satu tim Bangun Sekolah yang turut mendampingi.  Semangat dan rasa ingin tahu para siswa saat praktik membuat waktu 35 menit terasa sangat singkat. Simulasi UNBK dilanjutkan kembali selepas ISHOMA  (Istirahat, Sholat, Makan).

Kegiatan yang tidak kalah mendapatkan antusiasme dari para siswa adalah presentasi pengenalan profesi yang dibawakan oleh para relawan. Para siswa umumnya hanya mengenal beberapa profesi seperti Guru, Polisi, dan Tentara. Dengan adanya pengenalan ini, siswa mendapatkan pengetahuan lebih terkait dengan portofolio profesi yang ada. Apoteker, Akuntan, Diplomat, Model, Sekretaris, dan Hakim merupakan profesi yang diperkenalkan. Diharapkan hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk dapat bercita-cita lebih tinggi lagi, tidak hanya terbatas pada profesi yang mereka kenal saat ini.

Untuk lebih mencairkan suasana dan meningkatkan keakraban, tim Bangun Sekolah juga membuat games secara berkelompok dengan peserta yaitu para siswa dan guru-guru, terlihat sekali raut wajah gembira diantara semua orang yang ada di ruangan pada saat itu. Selanjutnya, pada sesi terakhir sebelum penutup, para siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan surat kepada Bupati Pandeglang yang berisikan cita-cita dan harapan mengenai keadaan fisik sekolah dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sungguh mengharukan, harapan mereka sangatlah sederhana; ingin memiliki bangku dan kelas yang sama seperti sekolah lain.

Memasuki pukul 4.30 sore, acara sampai pada sesi penutup, Maria Harfanti menyerahkan secara simbolis satu perangkat komputer kepada perwakilan guru. Dengan adanya perangkat pendukung ini, diharapkan siswa mampu mengasah lagi kemampuan penggunaan Microsoft Word dan melakukan simulasi UNBK secara mandiri.

Sebelum undur diri, tak lupa tim Bangun Sekolah memantau perkembangan proyek pembangunan fisik ruang-ruang kelas yang pengerjaannya telah dilakukan semenjak bulan Mei 2018. Diharapkan ruang-ruang kelas tersebut dapat terselesaikan pada bulan Agustus 2018, mengingat saat ini hanya ada satu ruang kelas yang digunakan secara bersama-sama dalam proses belajar-mengajar oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX.

Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, tim Bangun Sekolah dan relawan pamit undur diri untuk kembali ke Jakarta, para siswa dan guru-guru mengantarkan sampai gerbang sekolah. Dinginnya udara Pandeglang saat itu tidak mengurangi kehangatan senyuman dari  wajah-wajah yang penuh harapan.

https://lifestyle.okezone.com/read/2018/07/30/196/1929260/bangun-sekolah-selenggarakan-pandeglang-siap-unbk-untuk-dukung-peningkatan-kualitas-pembelajaran

Leave your comment

Please enter your name.
Please enter comment.